Bacaan Lafadz Adzan dan Iqomah- Adzan yaitu panggilan atau seruan untuk memberitahukan kepada kita seluruh umat islam bahwa waktu sholat fardhu telah datang dan biar kita bersiap-siap untuk melakukan sholat dengan berjama'ah. sedangkan Iqomah yaitu pemberitahuan yang mengambarkan bila waktu sholat akan dilaksanakan.
Dengan begitu kita mampu melakukan sholat fardhu secara berjama'ah dimasjid maupun di mushola. mengingat bigitu banyak pahala yang didapatkan bila kita melaksanan sholat dengan berjamaah yaitu sebanyak 27 derajat, dibandingkan bila kita melakukan sholat fardhu sendirian. Sebagaimana Rasulullah Saw menegaskan pentingnya sholat, terlebih sholat berjamaah.
Dari Ibnu Umar ra bergotong-royong Rasulullah Saw bersabda: "Shalat berjamaah 27 derajat lebih utama daripada shalat sendirian." (HR. Malik, Bukhari, Muslim, Tirmidzi, dan Nasa'i-At-Targhib)
Baca juga: Kumpulan doa Islami sehari-hari lengkap
Diantara mereka ada yang mengusulkan dengan lonceng, Rasulullah tidak oke dengan cara ini, karena seolah-olah orang nasrni. Sebagian lagi berpendapat dengan memakai terompet, Rasulullah pun tidak oke dengan cara ini karena hal ini seolah-olah orang yahdi. Sebagian lain mengusulkan dengan memakai rebana, Rasulullah pun tidak oke karena hal ini seolah-olah orang romawi. Sebagian lain lagi mengusulkan dengan menyalakan api, dan itupun tidak disetujui oleh Rasulullah saw karena mirip orang mjusi. ada pula yang mengusulkan dengan mengibarkan bendera sehingga bila ada salah seorang yang melihatnya maka ia mampu memberitahu kepada yang lain.
Semua usul itu tidak ada yang diterima oleh Rasulullah saw, dan beliaupun segera bangkit dan meninggalkan tempat dengan perasaan cemas. salah seorang sahabat bernama Ja'far bin Zaid juga merasa cemas sebagai mana yang dicemaskan oleh Rasulullah. Ja'far pun segera tidur, dan didalam tidurnya ia bermimpi ada seorang malaikat datang mengajarinya Adzan dan Iqomah. Pada pagi harinya Ja'far memberitahu kepada Rasulullah tentang insiden mimpinya itu. Rasulullah bersabda, bahwa mimpinya itu sesuai dengan wahyu. Segera Rasulullah memerintahkan untuk mengumandangkan Adzan dan Iqomah.
Itulah awalmula disyariatkannya adzan dan iqomah, Nah bagi yang sedang berguru Adzan dan iqomah berikut ini yaitu lafadz Adzan dan Iqomah lengkap dengan ukiran pena latin dan artinya:
Allaahu Akbar, Allaahu Akbar (2x)
Asyhadu allaa illaaha illallaah. (2x)
Asyhadu anna Muhammadar rasuulullah. (2x)
Hayya 'alashshalaah (2x)
Hayya 'alalfalaah. (2x)
Allaahu Akbar, Allaahu Akbar (1x)
Laa ilaaha illallaah (1x)
Artinya :
Allah Maha Besar, Allah Maha Besar
Aku menyaksikan bahwa tiada Tuhan selain Allah
Aku menyaksikan bahwa nabi Muhammad itu yaitu utusan Allah
Marilah Sholat
Marilah menuju kepada kejayaan
Allah Maha Besar, Allah Maha Besar
Tiada Tuhan selain Allah
Untuk Adzan yang dikumandangkan saat akan sholat shubuh, maka ditambahkan lafadz :
اَلصَّلاَةُ خَيْرٌ مِنَ النَّوْمِ
Ash-shalaatu khairum minan-nauum
Artinya: "Sholat itu lebih baik dari pada tidur"
dan dibaca 2x setelah lafadz Hayya 'alalfalaah
( حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ ).
Setelah muadzin mengumandangkan Adzan dianjurkan untuk membaca doa setelah adzan begitu juga setelah mengumandangkan iqomah dianjurkan pula untuk membaca doa setelah iqomah. waktu diantara adzan dan iqomah merupakan waktu yang baik untuk berdoa dimana doa itu akan dikabulkan, oleh alasannya yaitu yaitu itu anjurkan bagi kita untuk memperbanyak doa pada waktu tersebut. untuk bacaan lafadz iqomah beserta latin dan terjemahnya yaitu sebagai berikut
Allaahu Akbar, Allaahu Akbar
Asyhadu allaa illaaha illallaah
Asyhadu anna Muhammadar rasuulullah
Hayya 'alashshalaah
Hayya 'alalfalaah
Qad qaamatish-shalaah, Qad qaamatish-shalaah
Allaahu Akbar, Allaahu Akbar
Laa ilaaha illallaah
Artinya :
Allah Maha Besar, Allah Maha Besar.
Aku bersaksi bahwa Tiada Tuhan melainkan Allah.
Aku bersaksi bahwa nabi Muhammad itu yaitu utusan Allah.
Marilah Sembahyang (sholat).
Marilah menuju kepada kejayaan.
Sesungguhnya sudah hampir mengerjakan sholat.
Allah Maha Besar, Allah Maha Besar.
Tiada Tuhan melainkan Allah.
Baca juga : Doa setelah adzan dan iqomat lengkap dengan latin dan artinya
Dengan begitu kita mampu melakukan sholat fardhu secara berjama'ah dimasjid maupun di mushola. mengingat bigitu banyak pahala yang didapatkan bila kita melaksanan sholat dengan berjamaah yaitu sebanyak 27 derajat, dibandingkan bila kita melakukan sholat fardhu sendirian. Sebagaimana Rasulullah Saw menegaskan pentingnya sholat, terlebih sholat berjamaah.
Dari Ibnu Umar ra bergotong-royong Rasulullah Saw bersabda: "Shalat berjamaah 27 derajat lebih utama daripada shalat sendirian." (HR. Malik, Bukhari, Muslim, Tirmidzi, dan Nasa'i-At-Targhib)
Baca juga: Kumpulan doa Islami sehari-hari lengkap
Sebab disyariatkan Adzan dan Iqomah
Mengenai alasannya yaitu yaitu di Syariatkan Adzan dan iqomah didalam kitab Al-figh 'alal Madzahibil Arba'ah menurut hadist yang diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Daud dan Ibnu Majah di jelaskan sebagai berikut: Sebab disyariatkan adzan ialah saat nabi Muhammad saw sampai di Madinah dia kesulitan untuk memberitahu kepada kaum muslimin tentang masuk waktu sholat. Rasulullah dan para sahabatnya bermusyawarah membicarakan bagaimana cara memberi tanda bahwa waktu sholat telah tiba, biar mereka mampu mengikuti sholat berjamaah bahu-membahu dengan Rasulullah saw.Diantara mereka ada yang mengusulkan dengan lonceng, Rasulullah tidak oke dengan cara ini, karena seolah-olah orang nasrni. Sebagian lagi berpendapat dengan memakai terompet, Rasulullah pun tidak oke dengan cara ini karena hal ini seolah-olah orang yahdi. Sebagian lain mengusulkan dengan memakai rebana, Rasulullah pun tidak oke karena hal ini seolah-olah orang romawi. Sebagian lain lagi mengusulkan dengan menyalakan api, dan itupun tidak disetujui oleh Rasulullah saw karena mirip orang mjusi. ada pula yang mengusulkan dengan mengibarkan bendera sehingga bila ada salah seorang yang melihatnya maka ia mampu memberitahu kepada yang lain.
Semua usul itu tidak ada yang diterima oleh Rasulullah saw, dan beliaupun segera bangkit dan meninggalkan tempat dengan perasaan cemas. salah seorang sahabat bernama Ja'far bin Zaid juga merasa cemas sebagai mana yang dicemaskan oleh Rasulullah. Ja'far pun segera tidur, dan didalam tidurnya ia bermimpi ada seorang malaikat datang mengajarinya Adzan dan Iqomah. Pada pagi harinya Ja'far memberitahu kepada Rasulullah tentang insiden mimpinya itu. Rasulullah bersabda, bahwa mimpinya itu sesuai dengan wahyu. Segera Rasulullah memerintahkan untuk mengumandangkan Adzan dan Iqomah.
Itulah awalmula disyariatkannya adzan dan iqomah, Nah bagi yang sedang berguru Adzan dan iqomah berikut ini yaitu lafadz Adzan dan Iqomah lengkap dengan ukiran pena latin dan artinya:
Bacaan Adzan dan Iqomah
Lafadz Adzan
(٢x) اَللهُ اَكْبَرُ،اَللهُ اَكْبَرُ
(٢x) أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلٰهَ إِلَّااللهُ
(٢x) اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ
(٢x) حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ
(٢x) حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ
(١x) اَللهُ اَكْبَرُ ،اَللهُ اَكْبَرُ
(١x) لَا إِلَهَ إِلَّااللهُ
Allaahu Akbar, Allaahu Akbar (2x)
Asyhadu allaa illaaha illallaah. (2x)
Asyhadu anna Muhammadar rasuulullah. (2x)
Hayya 'alashshalaah (2x)
Hayya 'alalfalaah. (2x)
Allaahu Akbar, Allaahu Akbar (1x)
Laa ilaaha illallaah (1x)
Artinya :
Allah Maha Besar, Allah Maha Besar
Aku menyaksikan bahwa tiada Tuhan selain Allah
Aku menyaksikan bahwa nabi Muhammad itu yaitu utusan Allah
Marilah Sholat
Marilah menuju kepada kejayaan
Allah Maha Besar, Allah Maha Besar
Tiada Tuhan selain Allah
Untuk Adzan yang dikumandangkan saat akan sholat shubuh, maka ditambahkan lafadz :
اَلصَّلاَةُ خَيْرٌ مِنَ النَّوْمِ
Ash-shalaatu khairum minan-nauum
Artinya: "Sholat itu lebih baik dari pada tidur"
dan dibaca 2x setelah lafadz Hayya 'alalfalaah
( حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ ).
Setelah muadzin mengumandangkan Adzan dianjurkan untuk membaca doa setelah adzan begitu juga setelah mengumandangkan iqomah dianjurkan pula untuk membaca doa setelah iqomah. waktu diantara adzan dan iqomah merupakan waktu yang baik untuk berdoa dimana doa itu akan dikabulkan, oleh alasannya yaitu yaitu itu anjurkan bagi kita untuk memperbanyak doa pada waktu tersebut. untuk bacaan lafadz iqomah beserta latin dan terjemahnya yaitu sebagai berikut
Lafadz Iqomah
اَللهُ اَكْبَرُ ،اَللهُ اَكْبَرُ
أَشْهَدُ اَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّااللهُ
اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ
حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ
حَيَّ عَلَى الْفَلَاحِ
قَدْ قَامَتِ الصَّلَاةُ ،قَدْ قَامَتِ الصَّلَاةُ
اَللهُ اَكْبَرُ ،اَللهُ اَكْبَرُ
لَاإِلٰهَ إِلاَّاللهُ
Allaahu Akbar, Allaahu Akbar
Asyhadu allaa illaaha illallaah
Asyhadu anna Muhammadar rasuulullah
Hayya 'alashshalaah
Hayya 'alalfalaah
Qad qaamatish-shalaah, Qad qaamatish-shalaah
Allaahu Akbar, Allaahu Akbar
Laa ilaaha illallaah
Artinya :
Allah Maha Besar, Allah Maha Besar.
Aku bersaksi bahwa Tiada Tuhan melainkan Allah.
Aku bersaksi bahwa nabi Muhammad itu yaitu utusan Allah.
Marilah Sembahyang (sholat).
Marilah menuju kepada kejayaan.
Sesungguhnya sudah hampir mengerjakan sholat.
Allah Maha Besar, Allah Maha Besar.
Tiada Tuhan melainkan Allah.
Baca juga : Doa setelah adzan dan iqomat lengkap dengan latin dan artinya
Hal-hal yang harus diketahui oleh Muadzin
Bagi seorang muadzin tentu saja ada beberapa hal yang harus diketahui oleh seorang muadzin, berikut ini yaitu hal-hal yang harus diketahui oleh seorang Muadzin:- Hendaklah Muadzin menunaikan peran mengumandangkan Adzan dan iqomah dengan suka rela bukan karena di beri imbalan atau mendapat bayaran.
- Hendaklah orang yang mengumandangkan Adzan suaranya nyaring dan manis biar mampu didengar oleh orang banyak dan enak didengar.
- Muadzin orang yang benar-benar mengetahui waktu sholat dan orang yang dipercaya supaya adzan mampu dikumandangkan pada awal waktu.
- Hendaklah Muadzin membaca adzan dengan tartil dengan cara melambatkan bacaan adzan dan mempercepat bacaan iqomah.
- Muadzin suci dari hadas besar dan hadas kecil. menurut ulama syafi'iyah Muadzin yang tidak dalam keadaan suci hukumnya sah tetapi makruh. menurut ulama Hanafiyah, Imam Ahmad dan lain-lain, bahwa Muadzin yang tidak dalam keadaan suci hukumnya sah dan tidak makruh.
- Badan dan pakaian Muadzin harus suci dari najis
- Hendaklah Muadzin bangkit di suatu tempat yang tinggi biar lebih mampu didengar oleh orang banyak. Jika ditempat Adzan terdapat pengeras suara, maka Muadzin hendaknya memakai pengeras bunyi tersebut.
- Pada saat mengumandangkan adzan dan iqomah Muadzin menghadap kiblat. Hal ini di katakan juga oleh Ibnu Mundzir bahwa menghadap kiblat saat adzan yaitu termasuk sunah, karena semua Muadzin Rasulullah saw saat adzan menghadap kiblat. Jika Muadzin melakukan adzan tidak menghadap kiblat, adzannya tetap sah tetapi makruh.
- Hendaklah Muadzin memalingkan muka, leher dan dada ke kanan saat membaca Hayya alashsolah dan memalingkannya ke kiri saat membaca Hayya alalfalah. Berikut ini yaitu bunyi hadistnya. "Berkata Abu Juhaifah: Ketika Bilal Adzan kuikuti mulutnya ke sana dan kemari yakni ke kanan dan ke kiri sewaktu membaca hayya alashsholah dan hayya alalfalah."(H.R Ahmad, Bukhari dan Muslim)
- Hendaklah Muadzin memasukan dua anak jari ke dalam dua telinganya saat membaca Adzan.
- Muadzin mengeraskan suaranya walaupun dalam keadaan sendirian.
- Muadzin tidak berbicara saat sedang adzan dan iqomah.
- Hendaklah Muadzin mengucapkan Ashalatu khairum minannaum 2 kali pada adzan subuh.
- Muadzin membaca iqomah saat imam telah masuk di masjid atau mushala untuk mendirikan sholat. Jika imam telah datang di masjid saat adzan sedang di kumandangkan, maka Muadzin menunggu isyarat imam.
- Hendaklah Muadzin memberi jarak antara adzan dan iqomah untuk memberi kesempatan kepada orang-orang yang ingin sholat berjama'ah. Perlu kita ketahui bahwa di syariatkan adzan yaitu untuk keperluan ini dan jikalau tidak demikian akan percuma keberadaan adzan.
- Hendaklah Muadzin yang megumandangkan adzan juga yang melakukan iqomah. Tetapi boleh juga iqomah di bacakan oleh orang lain. "Dari Ziyad bin Al-Harist ia berkata: Rasulullah Saw bersabda: Siapa yang melakukan adzan, maka ia pula yang melakukan iqomah." (H.R Tirmidzi).
- Setelah Muadzin melakukan adzan maupun iqomah, hendaknya membaca doa setelah adzan maupun iqomah.
Buat lebih berguna, kongsi:
